Bahasa Gaul dan Dunianya


Melihat sebuah acara di televisi swasta dengan topik anak Alay (kampungan), saya jadi tertarik untuk membahas mengenai Bahasa Gaul dan Dunianya. Apa sih bahasa gaul?

Bahasa gaul bukanlah bahasa baru. Bahasa ini sudah ada sejak tahun 70an. Pada tahun 70an bahasa ini dikenal dengan bahasa Prokem, bahasa prokem sendiri di adopsi dari bahasa yang sering di pakai oleh para preman. Istilah-istilah dari bahasa okem mereka ciptakan agar orang-orang di luar komunitas mereka enggak mengerti. Dengan begitu, mereka enggak perlu lagi sembunyi-sembunyi untuk membicarakan hal negatif yang akan maupun yang telah mereka lakukan. Dari situlah bahasa gaul berkembang sampai saat ini. Dimana ada anak muda, disitulah bahasa gaul berkumandang.

Balik ke zaman dahulu lagi, penggunaan bahasa gaul ternyata banyak dipengaruhi dan dilakukan oleh para Waria atau yang juga kita kenal sebagai bencong. Dengan motif yang lebih kurang sama dengan para preman, kaum waria juga menciptakan sendiri bahasa rahasia mereka. Pada perkembangannya, konon para waria atau banci inilah yang paling rajin berkreasi menciptakan istilah-istilah baru yang kemudian memperkaya bahasa gaul.

Kita pasti sering mendengar istilah-istilah gaul seperti Alay, Najos, jayus, atau lebay, dan sebagainya. Bahkan mungkin kita sendiri sering menggunakannya dalam obrolan sehari-hari dengan teman-teman. Sebagai anak gaul, ya kita sih senang-senang saja menggunakan kosakata baru yang enggak ada dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Paling- paling guru bahasa Indonesia atau orangtua kita saja yang agak risi kalau mereka mendengarnya. Sebenarnya mereka gak perlu risih ya, karena mereka juga mengalami bahasa tersebut pada waktu mudanya, seperti kata Bokap, Kelokur, Palak atau juga Ngeceng.

Nah jadi dari situlah bagaimana tercipta bahasa gaul yang memang mayoritas di gandrungi oleh anak muda, nanti juga kalau sudah tua mereka tidak lagi menggunakan bahasa gaul.Ya gak?

16 Balasan ke Bahasa Gaul dan Dunianya

  1. antown mengatakan:

    akhirnya, mau tidak mau kita pun ketularan bahasa alay. palagi kalau di plurk… hehehe.. sempat nularin juga ttg alayisme ini🙂

    btw, salam kenal ya

  2. julianusginting mengatakan:

    mengamankan yg ketiga bro…

  3. Ahmad IM-bisnis mengatakan:

    bahasa gaul 10 tahun lagi berubah jadi bahasa apa ya?

  4. edda mengatakan:

    saya sudah tua, masih suka bahasa gaul
    hahahahaha😆

  5. nikon camera mengatakan:

    hm…
    bener juga sih…
    tapi gmana setiap orang menyikapinya aja sih….

  6. Asyik choy. .bahasa gaul. Merasa masih muda bro. . .
    Haha

  7. Andre mengatakan:

    Kalu bahasanya sih ngga begitu mengganggu, tapi tulisaannya itu!! Bikin pusing..wkwk. Ampun deh kalo ketemu tulisan alay…

  8. ghe mengatakan:

    kalo aye mah suka nyebutnya bahasa gauloises😆
    bahasa gaul sudah ada diseluruh dunia memilikinya kok…
    namun yang pasti gunakan bahasa tersebut pada waktu dan situasi yang mendukung…
    jangan pas lagi sidang atau acara” resmi pake bahasa gaul bisa” kaco tuh acara😆😀

  9. kang ian mengatakan:

    bahasa adalah sebagai media komunikasi..selama bahasa itu bisa menjadi media komunikasi y g papa menggunakannya walaupun mungkin tak lazim apalagi bahasa gaul sekarang yang biasanya sudah lepas dari kaidah 2 bahasa indonesia yang telah dibakukan..enjoy aja gan..hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: