No Comment No Cry


Mungkin judul ini agak janggal bagi anda, karena memang ini judul saya buat dari sebuah lagu ciptaan Bob Marley yang aslinya No Woman No Cry. Sehingga dengan tingkat humor yang sangat tinggi di dalam diri saya, saya plesetkan menjadi No Comment No Cry.
Apa sih maksudnya no comment no cry? bagi anda yang masih bingung, disini saya akan menjelaskan bagaimana cara menyikapi suatu kondisi atau keadaan ketika artikel yang kita buat tidak kunjung mendatangkan komentar atau pembaca enggan mengomentari. Apa sih penyebabnya?

Bagi para blogger, komentar dalam artikel yang telah dibuat amatlah penting. Karena menunjukkan seberapa banyak traffik yang masuk dan juga respon pengunjung terhadap artikel tersebut. Bagi saya sendiri, komentar masuk = traffik besar = alexa rank pun menciut. Namun, bagaimana jika artikel yang kita buat tidak bisa menarik hati pembaca untuk berkomentar? tentu sakit sekali rasanya (*lebay). Sudah bersusah payah menuangkan ide dan pikiran namun tidak mendapat respon dari pembaca. Apa daya? sia-sia rasanya hidup ini.hehe

Untuk itu yang sekarang harus dianalisis adalah apa yang menyebabkan pembaca enggan meninggalkan komentar? apa saja yang harus dirubah? ada beberapa tips agar artikel dikomentari:

1.Analisis
Bukan bunda salah mengandung ungkapan itu memang benar adanya, jangan salahkan ibu anda jika artikel kita tidak di komentari.hehe kita harus mengadakan evaluasi terhadap artikel tersebut. Apa yang salah, dimana letak permasalahannya, apa yang membuatnya tidak menarik. Posisikan diri anda sebagai pembaca, analisis secara seksama dari judul (amat penting), isi dan kesimpulan, adakah yang salah? apakah terlalu banyak basa-basi atau gak berisi atau bisa juga kotak komentar yang terlalu bertele-tele.

2. Ramu Kembali
Setelah dianalisis, sekarang kita masuk dalam tahap pengeditan kembali artikel tersebut. Biasanya kesalahan terbesar adalah pada segi judul yang memang tidak mampu menghasilkan pesona atau juga bahasan yang kita buat telalu dangkal, gak nyambung atau dibuat asal-asalan. Ciptakan daya tarik tersendiri dari bagian judul hingga isi. Ubah segi bahasa, buat seolah-olah anda sedang berinteraksi langsung dengan pembaca. Mintalah rekan anda untuk membaca artikel tersebut, tanyakan apakah artikel tersebut sudah pas. Jangan malu untuk menuliskan permohonan komentar pada akhir artikel, pancing mereka untuk berkomentar dengan membuat pertanyaan pada akhir postingan.

3. Pamerkan Kembali
Setelah artikel mengalami masa karantina, perbaikan sana-sini kini saatnya untuk memamerkannya kembali. Berdoalah agar banyak mendatangkan komentar pengunjung. Jangan lupa untuk memperhatikan aspek diluar artikel seperti SEO, tampilan, Promosi yang kurang dan aspek pendukung lainnya.

Jangan pernah menyerah untuk berkarya!

8 Balasan ke No Comment No Cry

  1. ghe mengatakan:

    wah kalo saya sih yang penting artikel saya dibaca, itu sudah merupakan hal yang menyenangkan, dan bagaimana cara tahu seberapa lama pengunjung membaca, saya dapat melihatnya di google analitycs.😆

  2. Ahmad IM-bisnis mengatakan:

    blogwalking=silaturahmi, mudah2an blog makin rame, rejeki lancar🙂

  3. Andre mengatakan:

    Jangan terpacu karena komentar saja bro.. Posting-posting- dan terus posting sebagai pelajaran.
    Semangat gan!!

  4. arief maulana mengatakan:

    itu asik dan menantangnya ngeblog mas.
    Kadang artikel kita disukai banget… kadang biasa aja. Dinamis gitu.

    Yang terpenting ya usaha yang terbaik aja. Untuk menjaga traffic alexa sih main di list building aja. Tiap ada artikel beritahukan…. senggaknya tiap beberapa hari sekali (klo rajin update) kan alexa turun… trus naek trus turun naek lagi… hahaha

  5. […] Apa sih undangan untuk kedua makhluk ini? Konten. Content is King. Konten yang menarik dan ada gunanya sehingga orang mau datang, lihat dan baca. Untuk spider –spider ini tidak tahu semantika (hal-hal berkaitan dengan makna kalimat)– yang penting konten berupa teks. Spider sudah diupayakan menjadi lebih cerdas dan bisa menentukan apakah suatu teks memiliki relevansi dengan teks lainnya atau tidak. Tetapi spider ini belum juga mengalahkan (maaf) sarimin yang suka pergi ke pasar, namanya juga lancah. Tahunya, yang penting ada konten dan ada link yang mengarah ke konten ini. …& Fuvenanda […]

  6. kang ian mengatakan:

    ni saya tambahin komentar ya..
    jangan lupakan blogwalking y nak😀
    salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: