Kegagalan dalam Ujian Nasional


Hasil dari Ujian Nasional siswa SMA se Indonesia telah di umumkan. Hanya ada dua kepastian yaitu Lulus atau Tidak (belum lulus dan harus mengikuti remedial). Secara nasional, persentase kelulusan tahun ini memang menurun sekitar 4 persen. Di kota gue sekarang tinggal saja dari sekitar 15 ribuan yang ikut dan 1300an harus mengulang, bagaimana di kota lo??. Tingkat kejujuran yang tinggi menjadi alasan turunnya tingkat kelulusan, alasan yang menurut gue “konyol” karena tidak kongkrit. Syukur buat yang lulus tapi apa yang terjadi dengan yang tidak??

Kalau dari sudut pandang gue sendiri mengenai kegagalan dalam Ujian Nasional yang gagal itu sebenarnya siswanya, gurunya, sekolahnya atau pemerintahnya?? KEGAGALAN SISWA BERARTI SAMA JUGA DENGAN KEGAGALAN PEMERINTAH!!. Tidak bisa dikatakan bahwa siswa yang gagal tersebut berarti bodoh, malas atau juga teledor. Gagalnya seorang siswa berarti gagalnya seluruh sistem pendidikan beserta antek-anteknya. Dengan kata lain bukan hanya siswa itu saja yang gagal dan juga bukan siswa itu saja yang malu, benar??. Siswa hanya menjadi korban dari sebuah sistem yang dibuat oleh pemerintah yang dengan otoriternya memaksa dan menetapkan standar kelulusan se Indonesia.

Indonesia bukanlah negara kecil yang dapat melakukan pemerataan diseluruh wilayahnya secara instant. Butuh sebuah perencanaan yang matang untuk dapat meratakan kualitas pendidikan di negeri ini. Mulai dari perbaikan fasilitas pendidikan dan juga peningkatan kualitas guru. Dari artikel yang pernah gue baca, angka ketidaklulusan paling tinggi terjadi di Indonesia bagian timur. Coba kita pahami bagaimana cara agar Indonesia bagian timur “dipaksakan” sejajar dengan Jakarta yang mayoritas fasilitasnya lebih maju?? apakah mudah??

Gue rasa sistem ini bukan sistem yang tepat bagi sebuah negara se besar Indonesia ini. Kalau negaranya luasnya se Singapura itu mungkin saja.. Kenapa harus di ratakan secara nasional?? kenapa tidak mulai per kota dulu baru kemudian bertahap ke provinsi dan seterusnya. Sehingga, peningkatan kualitas itu akan terjadi secara terencana dan akhirnya sama rata. Kualitasnya dulu perbaiki baru nilainya!!.

11 Balasan ke Kegagalan dalam Ujian Nasional

  1. Eyla mengatakan:

    Yuupp bener.. di kota2 besar,, mudah banget dapet nilai 9 bahkan 10,, sementara di daerah terpencil, mau lulus pun susah… seengganya mereka pake tipe soal yg ber skala tingkat kesulitannya,,

  2. hanifilham mengatakan:

    mantab ulasannya… semoga UN tahun depan gak ada lagi, berharap sama mutu ujian yang lebih sesuai, bayangin deh, ane masuk kuliah, itu yang jalur masuk gak ada yang bener2 make hasil UN, yang ada dari nilai raport, wawancara, sama tes tulis biasa. lalu kemana hasil UNnya? ya cuma butuh lulus atau tidak, just it. PARAH coba. Jadi tetep universitas tidak pandang bulu tentang nilai UN. semua yang lulus berhak ngikut tes di universitas2, tanpa perlu takut berapapun nilai UN yang dipunya, terus buat apa nilai tinggi2 UN? ya buat hiasan menurut ane. hehe, mau gimana lagi?

  3. Fuvenanda mengatakan:

    Ya memang begitulah sistem pendidikan saat ini, beban siswa amat berat.

  4. Agus Siswoyo mengatakan:

    Besok pagi artikel Anda akan dipublikasikan di blog Agus Siswoyo.Com
    Enjoy it…!

  5. idebagusku mengatakan:

    tapi sekarang kualitas moral dari anak mudanya juga menurun sih
    Oya apabila berkenan ada award dari blog saya silahkan dicek

  6. Realodix mengatakan:

    Gw denger denger, katanya UN tahun depan akan ditambah lagi mata pelajarannya.. Yaitu Agama..
    Gw rasa untuk kelulusan sebenernya yg lebih berhak menentukan adalah gurunya/sekolah tempat iya sekolah…

  7. jarwadi mengatakan:

    [Tidak bisa dikatakan bahwa siswa yang gagal tersebut berarti bodoh, malas atau juga teledor.]

    bener mas, kita tidak bisa menumpahkan kesalahan pada salah satu. Semua saling berhubungan bukan, termasuk orang tua dan masyarakat.

    Jadi bijimana semua harus di evaluasi agar sinergi untuk UN tahun datang lebih baik dan siswa siswi indonesia bisa berprestasi sebagaimana di UN nya thailand, singapore, malay dan negara lain …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: