Semua orang bisa menulis? memang benar, tapi gak semua orang bisa membuat tulisan yang bermutu dan baik untuk dibaca orang lain. Seorang penulis tidak bisa hidup tanpa pembaca ya kan? Bahkan ketika sebuah tulisan diterbitkan (apa pun medianya), maka tulisan itu bukan lagi menjadi milik penulis, melainkan milik pembaca. Untuk itu sebagai penulis, tentunya ada sebuah tanggung jawab moril atas tulisan-tulisan yang telah dibuat. Apakah menjadi madu bagi pembaca? atau malah menjadi racun yang merusak pembaca kita?
Dalam sebuah tulisan, biasanya ada keterangan penulisnya dan ada pula biografinya. Pembaca tau siapa yang menulis, andapun tau siapa yang menulis ini ya kan?hhe TAPI apakah sang penulis tau siapa yang membacanya? disaat tulisannya terbit, disaat itu pula lah tulisan kita telah menjadi konsumsi publik secara bebas. Untuk itu, kita tidak bisa main-main dalam menyajikan tulisan yang bermutu kecuali anda memang ingin di cap buruk oleh publik.
Untuk itu ada 3 Hal yang Harus di Hindari Penulis:
1. Copy-Paste
Masalah ini memang susah untuk dihindari kecuali oleh kesadaran dari dalam diri sendiri. Praktek copy-paste yang sangat memuakkan, tidak menghargai penulis dan sebagainya telah menjadi sebuah tembok besar dalam mengembangkan kreatifitas masyarakat. Apalagi dalam media internet, praktek tersebut sudah sering dijumpai.
2. Pamer Kata
Yang dimaksud pamer kata disini adalah ketika anda menulis dengan kata-kata dewa, atau kata-kata yang sulit dimengerti oleh pembaca awam karena memang tidak menggunakan bahasa sehari-hari. Contohnya penggunaan serapan-serapan asing, kita harus tau pembaca kita gak semua mengerti. Anda yang harus mengerti pembaca bukan pembaca yang mengerti anda.
3. Tidak Jelas
Maksudnya adalah, kita tidak total dan memberi informasi kepada pembaca, dalam artian setengah-setengah (nanggung). Dan yang lebih kompleks adalah pemaca bisa sesat karena tidak tau maksud/inti dari tulisan. Palagi tulisan hanya berisi fitnah/tidak sesuai fakta yang ada.
Sebenarnya hal yang harus dihindari penulis banyak, tapi inilah intinya. Hasilkanlah tulisan-tulisan yang bermanfaat dan juga bertanggung jawab karena sekali lagi saya ingatkan ada sebuah tanggung jawab moril atas tulisan-tulisan yang telah dibuat.Hargailah pembaca kita karena tanpa pembaca apa artinya penulis?.Happy Blogging.






yep . . bener . .
intinya menulis harus dengan hati tampa paksaan. .
yang ada dipikiran kita ,selagi baik ..
kenapa tidak kita tulis ? ? ?
Iya setuju, makasih udh mampir
weellaahhh, lha aku bisanya copas he….
h..h.h.h.h.
“w”
Tetep nyantumin sumbernya kan mas.Hehe
wew tips bermanfaat nih
makasi share infonyaa
salam knal juga!
Oke, thanx udah berkunjung
nice post
thx 4 share
makasi atas info n’ tips nya y,…
Betul Mas, dalam menulis harus memperhatikan sasaran pembacanya, agar nyambung dengan kontek tulisan. MAKASI sudah mengingatkan.
tulisan itu milik pembaca? wedew.. kok saya ga setuju yaa mas.. itu sama aja kayak kehidupan pribadi artis itu milik masyarakat umum. errr kayaknya ga gitu deh..
tulisan yg dipublikasikan itu menurut saya tetap milik penulis yg mesti dipertanggungjawabkan di depan pembaca
salam kenal
Oke deh masukannya
postingannya bagus nih ..
Sip tipsnya